Kalau disebut kata rezeki biasanya kita memahami
dalam hal-hal materi saja lebih khususnya adalah uang akan tetapi kalau
kita renungkan rezeki itu bisa berupa macam-macam. Kesehatan, istri yang
shalihah, anak yang shalih & shalihah, teman yang baik itu semua
adalah rezeki yang diberikan Allah kepada kita semua.
Kemudian pemahaman kita tentang kaya itu adalah
orang yang banyak duitnya, punya mobil mewah, rumahnya megah dan lain
sebagainya, akan tetapi orang kaya yang mana bahasa arabnya adalah Ghaniy artinya adalah orang yang tidak membutuhkan dalam artian orang yang merasa cukup dengan pemberian Allah.
Ada beberapa hal yang Allah perintahkan kepada kita guna dimudahkan rezeki dan diberkahi. Disamping usaha secara dhahir atau bekerja maka ada beberapa usaha secarabatin atau wasa’il batiniyah. Diantaranya adalah
Mari kita simak firman Allah berikut,
“Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan
mengadakan baginya jalan ke luar. dan memberinya rezeki dari arah yang
tiada disangka-sangkanya.” (Athalak 2-3)
Dalam ayat ini ada dua hal yang dijanjikan oleh Allah yang pertama
akan diberikan jalan keluar yang kedua diberi rezeki tanpa
disangka-sangka. sebaliknya orang yang tidak bertaqwa akan selalu
diberikan masalah yang sulit& akan di cegah keberkahan rezekinya
sampai betul-betul insyaf dari kesalahanya dan kembali melanggengkan
keta’atan kepada Allah swt.
Coba kita renungkan firman Allah dalam surat Nuh,
“Maka aku katakan kepada mereka: “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu,
sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan
hujan kepadamu dengan lebat,. dan membanyakkan harta dan anak-anakmu,
dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya)
untukmu sungai-sungai…”(Nuh 10-12)
Ayat ini sebetulnya ada korelasinya dengan ayat AT halaq tadi jika
tadi orang yang tidak bertaqwa akan di berikan masalah dan dicegah
rezekinya maka ketika beristighfar dan bertaubat maka Allah akan membuka
kembali pintu rezekinya. Sayid Qutub berkata : Allah menyandingkan kata
rezeki dengan istighfar ini banyak ayat dalam Al-Qur’an.
Hal ini juga telah dijelaskan dalam Al-qur’an,
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya
jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan
jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat
pedih“.(Ibrahim :7)
Cara bersyukur ini dilakukan dengan tiga cara yang pertama syukur dengan lisan (Asyukru billisan)
dengan mengucapkan kalimat-kalimat yang baik yang mencerminkan rasa
syukur kita terhadap Allah swt seperti Alhamdulillahirabbil alamin. Yang
kedua sukur dengan hati atau (Assyukru bilqolb) yaitu dengan
meyakini dalam hati bahwa kenikmatan yang diberikan kepada kita apapun
bentuk dan jumlahnya berasal dari Allah swt bukan semata-mata kerja
keras kita. Kemudian yang ketiga syukur dengan anggota badan atau
(Asyukru bil jawarih) yaitu bersyukur dengan anggota badan dalam arti
menggunakan kenikmatan-kenikmatan yang diberi Allah swt dalam rangka
melakukan ketaatan atau ketika diberi rezeki semakin melakukan keta’atan
kepadaNya.
Adapun dalam al-quran yang menyatakan bahwa dengan sedekah akan melipatgandakan rezeki kita sangat banyak sekali diantaranya,
“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (saba’ : 39)
Dalam ayat lain Allah berfirman
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang
menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih
yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah
melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah
Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”.(Al-Baqarah : 261)
Rasul menegaskan kembali : sedekah dengan harta tidak akan menambah rezeki berkurang.5. Sholat Dhuha
Salah satu hadist Rasul yang menjelaskan hal ini,
”Rosulullah SAW bersabda: ”Allah berfirman, wahai anak
adam,janganlah sekali- kali engkau malas melakukan sholat 4 rakaat pada
pagi hari (sholat dhuha) karena akan kucukupi kebutuhanmu hingga sore
hari”(HR.Tirmidzi)
Dalam hadist muslim juga telah dijelaskan, Rasulullah saw bersabda: “Setiap
pagi setiap persendian salah seorang diantara kalian harus (membayar)
sadhaqah, maka setiap tasbih adalah sadhaqah, setiap tahmid adalah
sadhaqah, setiap tahlil adalah sadhaqah, setiap takbir adalah sadhaqah,
amar ma’ruf adalah sadhaqah, mencegah kemungkaran adalah sadhaqah,
tetapi dua raka’at dhuha sudah mencukupi semua hal tersebut.” (HR Muslim).
Sebagaimana sabda Rasulullah saw,
“Barang siapa yang membantu hajat saudaranya maka Allah akan membantu hajatnya”
Dalam hadist lain,
“Dan barang siapa memudahkan memudahkan orang yang susah maka
akan dimudahkan oleh Allah di dunia dan akherat, dan Allah akan menaungi
seseorang hamba yang selalu memberi naungan kepada saudaranya.”
Hal ini sudah dijelaskan dalam Al-qur’an,
“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara
kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu
yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin
Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas
(pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (Annur: 32)
Kemudian rezeki akan semakin bertambah disaat memiliki keturunan, sebagaimana janji Allah swt.
“Janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka.” (Al-An’am : 151 )
Setiap akhlaq yang baik akan melahirkan sesuatu yang baik atau bisa disebut dengan rezeki. Contoh akhlak yang baik seperti Shidiq
(Jujur ) Orang yang jujur itu memang dalam jangka pendek
menyengsarakan, akan tetapi dalam jangka panjang kalau dia bersabar akan
mendapatkan rezeki yang berlimpah daripada orang yang tidak jujur.
Sebagai contoh seorang pegawai yang jujur maka dia akan mendapat
kepercayaan dari atasanya kemudian dinaikkan pangkatnya ditambah
gajinya. Sebaliknya seorang pegawai yang tidak jujur dalam jangka pendek
dia bisa mendapatkan banyak uang karena ketidak jujuranya dengan menipu
dan mencuri akan tetapi pasti suatu saat akan tercium kelakuanya
tersebut yang akhirnya bisa diberhentikan dari jabatanya atau dipecat.
Disamping jujur contoh yang lain yaitu amanah (bisa dipercaya) tidak
pernah berkhianat terhadap amanat yang diberikan kepadanya tapi
sebaliknya dia akan menjalankan amanah tersebut dengan maksimal. Dengan
demikian dia akan selalu dipercaya oleh orang lain, dan tidak mudah
untuk memnbangun kepercayaan itu. Contoh yang lain seperti Sabar dalam
arti tidak mudah menyerah, ulet dan tekun seperti sebuah kata mutiara “Maan tsabat nabat” barang siapa yang sabar/tegar maka ia akan berkembang.
Amalan ini sangat dianjurkan oleh Rasulullah dan memiliki fadhilah melapangkan rezeki, beliau bersabda,
“Barang siapa yang senang untuk dilapangkan rezekinya dan
dilapanjangkan umurnya maka hendaklah dia menyambung tali silaturahim.” (HR. Muslim)
Karena dalam silatu rahmi ini akan saling berkenalan, bertukar
informasi, saling berintraksi. Dengan demikian pastilah ada pengalaman
yang bisa saling diberikan, ada tambahan ilmu dan persaudaraan. yang ini
semua adalah salah satu bentuk dari rezeki.
Doa ibarat senjata bagi orang muslim, seseorang yang menginginkan
dimudahkanya rezeki maka jurus yang terakhir adalah berdo’a dengan
sungguh-sungguh, dalam keadaan apapun baik berdiri, duduk atau
terlentang. Dalam sebuah hadist di jelaskan,
“Sesungguhnya Allah mencintai orang yang mati-matian dalam berdo’a “Dalam hadist lain juga Rasul telah bersabda,
“ Sesungguhnya Allah maha malu dan maha mulia, Dia malu kalau ada
seorang hamba yang mengangkat kedua tangannya kemudian Allah menolak
permintaan orang tersebut dan tidak memberi apa-apa “
Selain berdo’a untuk diri sendiri kita berdo’a untuk orang lain, sabda Rasulullah saw,“Do’anya saudara muslim untuk saudaranya muslim tanpa sepengetahuannya sangat mustajab..”
Kemudian dijelaskan pula bahwa ketika kita mendoakan orang lain tanpa
sepengetahuanya maka malaikat akan berkata kepadanya “aamiin dan bagimu
seperti apa yang kamu pintakan untuk saudaramu.” Kita mendoakan teman
kita agar dimudahkan rezekinya maka kita akan dido’akan oleh malaikat
seperti itu juga.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar