Pimpinan Majelis Az Zikra KH Muhammad Arifin Ilham angkat bicara menanggapi pernyataan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang menyebut bahwa Alquran surat Al Maidah ayat 51 sebagai kitab yang membodohi umat Islam.
Ustaz Arifin merespon dengan menuliskan surat terbuka kepada Ahok,
berikut isi surat tersebut yang ditulis di laman facebooknya, Kamis
malam (6/10/2016):
Bapak Ahok terhormat
Kami sudah menyaksikan dan mendengar sikap dan perkataan bapak
sebagai gubernur yang tidak lama akan bapak tinggalkan selamanya
insyaAllah. Dan itu bukan karena hanya banyak rakyat tidak memilih
bapak, tetapi karena sikap bapak yang memang belum pantas menjadi
gubernur, bahkan RT pun belum pantas pada negeri yang beradab penuh tata
kerama ini.
Bahasa bapak sangat kasar, dan itu bahasa orang orang yang
tidak cerdas dan terdidik. Menjadi contoh buruk bagi generasi bangsa
mulia ini. Sungguh seorang yang gampang marah menunjukkan "dhoful aqli
wa quwwatul hawa" lemahnya akal dan kuatnya nafsu.
Sungguh sikap bapak sangat membahayakan persatuan dan kedamaian
bangsa damai beradab ini, bapak sudah menjadi provokator kerusuhan,
membuat preseden sangat buruk bagi generasi bangsa ini. Semua sudut dan
media mulai semakin menyadari alangkah bahaya sikap arogansi bapak yang
intolerensi ini.
Tidak ada belas kasihan pada rakyat jelata yang mestinya
menjadi karekter utama pemimpin yang mulia. Pernahkah bapak bayangkan
kalau yang digusur itu rumah bapak, orang tua bapak, anak anak bapak...?
Lantas dimana hati nurani bapak?
Bapak hanya berpihak kepada para kelompok pemodal, dan demi
mereka dan nafsu bapak, bapak menggadaikan kehormatan dan merendahkan
diri bapak sendiri.
Sikap arogon bapak membuat umat seagama dengan bapak pun tidak
menyukai bapak. Teman teman Kristiani saya bilang, "Bukan penganut yang
baik".
Kini bapak sudah menghinakan keyaqinan kami. Semakin jelas
kebencian bapak pada kami umat Islam. Bahkan bapak juga pernah mencibir
keyaqinan bapak sendiri. Bapak sudah melanggar KUHP pasal 156a tentang
PENISTAAN AGAMA.
Pilihan kami berdasarkan keyaqinan iman kami adalah haq kami
yang dilindungi undang undang negeri kami. Haram bagi kami memilih
pemimpin kafir dalam Surah Al Maidah ayat 51 adalah haq kami, keyaqinan
kami dan pilihan kami.
"Hai orang-orang yg beriman, janganlah kamu mengambil
orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin mu sebahagian
mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara
kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu
termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk
kepada orang-orang yang zhalim" (QS Al Maidah 51).
Sikap dan perkataan bapak menunjuk siapa bapak sebenarnya.
Kalau sekarang rating elektabilitas bapak turun dratis juga karena sikap
bapak yang arogan dan intoleren. Dan sungguh sejuta hikmah Allah
berikan pada kami, kini umat jadi faham sekarang surah Al Maidah ayat
51, dan semakin mengenal siapa bapak sebenarnya.
Dan kini karena sikap kelakuan bapak sendiri, bapak menjadi
musuh semua umat beragama, semua etnis, semua suku di negeri yang aman
dan damai ini.
Dan sungguh hamba yang beriman yang mencintai Allah dan
RasulNya, yang menjadikan Alqur'an dan Sunnah nabiNya sebagai pedoman
hidup sangat marah sekali dengan hinaan bapak, sekali sangat marah,
tetapi kami tetap bersabar sampai batas takdirNya.
Kami tetap menghormati keyaqinan bapak, alangkah tolerennya
umat Islam yang mayoritas masih sabar menyaksikan sikat sifat bapak
seperti ini, dan haram bagi kami menghina keyaqinan bapak, dan kami
diajarkan untuk menghormati perbedaan keyaqinan, bersikap jujur, amanah,
berkata santun, penyayang belas kasih terutama pada rakyat jelata,
bahkan kami diajarkan untuk mendoakan agar hidayah Allah berikan untuk
bapak.
Allahumma ya Allah kuatkan iman kami, tetapkan kami dalam
kesabaran dalam da'wah ini, dan satukan, rapatkan barisan kami,
jadikanlah kami umat teladan di negeri yang kami cintai Indonesia ini.
Dari anak bangsa yang merindukan pemimpin yang bertaqwa,
berakhlak mulia, amanah, rendah hati, penyayang, teladan dan sangat
mencintai rakyat negeri tercinta ini.
Muhammad Arifin Ilham.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar