DOKTER cantik, sebut saja
Sephia, 37. Dia tak pernah puas. Jika syahwat sudah di ubun-ubun,
langsung mengambil alat bantu sejenis vibrator untuk menuntaskan
hasratnya.
Kalau sudah begitu, si suami, Donwori, 38, hanya bisa mengelus dada sembari berdoa supaya istri tercintanya itu cepat insaf.
SEBAGAI suami, Donwori sebenarnya sudah mengerahkan seluruh tenaga dan trik untuk memuaskan hasrat sang istri.
Mulai dari memakai ramuan tradisional,
obat kuat, teknik long time foreplay, teknik start-stop, loncat-loncat,
dan segalanya, dan sebagainya. Sayang, segala upaya dan kerja keras itu
gagal total.
Donwori mengaku sudah tak tahu lagi bagaimana cara membuat istrinya tidak lagi bermain vibrator pascabercinta dengannya.
“Sudah semua cara dicoba, tapi dia tetap
kembali ke mainannya. Cemburu sih lihat istri lebih puas sama mainannya.
Sakitnya tuh, seperti muka ini tertampar,” ungkap Donwori dalam sidang
talak cerainya di Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, Kamis (8/9).
Dosen di sebuah kampus PTN ternama di
Surabaya itu menyatakan bahwa dari awal menikah, istrinya memang sudah
menunjukkan gelagat kalau tak pernah merasakan kepuasan dari
permainannya di ranjang.
Itu ditunjukkan dengan koleksi vibrator yang dimiliki oleh sang istri jauh sebelum menikah dengan dirinya.
“Maunya sih protes, tapi saya sungkan.
Istri saya itu kan dokter dan anak pejabat. Orangtua dia dan saya sudah
sangat dekat dan bersahabat,” kata Donwori.
Bahkan, Donwori mengaku sempat kagum
dengan Sephia. Ayah satu anak itu menganggap Sephia adalah wanita
cerdas, baik, alim dan tidak neko-neko.
Maka dari itu, ketika orangtuanya mencoba
untuk menjodohkan mereka, pria yang kini tinggal di perumahan Pondok
Nirwana, Rungkut, itu sangat senang.
Sephia pun menyambut perjodohan tersebut.
Bahkan, mereka sempat berpacaran selama tiga tahun sebelum akhirnya
meresmikan hubungan itu lewat janji pernikahan sehidup semati.
“Cinta banget saya sama istri,” ucap Donwori dengan mimik memelas.
Akan tetapi, selama 10 tahun menikah, Donwori mengaku tak pernah bahagia di ranjang.
Dia merasa tidak mempunyai kekuatan ataupun keperkasaan di hadapan istrinya.
Donwori merasa jika istrinya selama ini
hanya menjadikannya mesin pemanas sementara vibrator-vibrator itu adalam
mesin pemuasnya.
“Saya pernah buang vibrator-vibrator itu,
tapi ya gitu sama istri diambil lagi. Saya tipenya kan malas bertengkar.
Jadi ya sudah saya biarka saja begitu,” ucap Donwori.
Mulanya permainan dengan vibrator itu dilakukan Sephia usai bercinta dengan Donwori.
Akan tetapi, kini istrinya mulai blak-blakan memakai vibrator itu dimana pun dan kapan pun.
“Bahkan sekarang di tasnya selalu tersedia vibrator,” tandas dia.
Donwori mengaku mulai risih dan jijik
melihat kegiatan istrinya bersama vibrator-vibrator tersebut. Imbasnya,
Donwori sudah malas berhubungan lagi dengan Sephia.
“Rasanya punya istri kayak tidak punya
istri. Saya dikalahkan sama vibrator. Ya sudah, daripada makan ati
mending mundur sekalian,” kata Donwori.
Sementara itu, keluarga Donwori dan Sephia tampaknya masih keberatan atas proses talak cerai itu.
Terutama orangtua Donwori yang tak mau anaknya berpisah dengan Sephia.
“Saya sudah bilang Sephia untuk menolak
talak cerai dia. Pokoknya, mama tidak mau punya mantu selain Sephia,”
kata ibunda Donwori.
Sephia sendiri tak berkata apa-apa. Dia
diam seribu bahasa dan terlihat anggun dengan busana panjangnya. “Saya
hamil lagi ini. Nanti dipikir lagilah,” kata Sephia. Lhadhalah!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar