Sudah bukan rahasia lagi kalau punya utang melebihi porsi gaji itu
sudah termasuk kategori keuangan yang gak sehat. Tapi kadang hal kayak
gitu gak bisa dihindari.
Ujung-ujungnya, ya gali lubang tutup
lubang. Alias menutup utang dengan utang. Mending kalau utangnya cuma
satu, lah kalau ada di mana-mana?
Wah, gak bakal kelar kalau kayak gitu sih. Butuh strategi yang moncer buat keluar dari masalah utang.
Kalau memang saat ini kamu dirundung
masalah keuangan. Jangan kecil hati apalagi sampai stress. Masih ada
jalan keluar kok kalau kamu berusaha.
Salah satu cara untuk keluar dari
persoalan utang adalah dengan refinancing. Maksudnya, kita mengambil
utang baru dengan bunga lebih kecil untuk menutup semua utang-utang.
Namun tetap saja, cara tersebut gak bakal mangkus kalau kamu sembrono.
Biar makin jelas, coba perhatikan dan renungkan deh 5 hal di bawah ini sebelum terjerumus lebih jauh dalam tumpukan utang.
1. Cermati Apa yang Salah
Coba merenung dulu. Apa sebenarnya
yang salah dalam keuanganmu. Apakah kamu terlalu boros dan sering
menyepelekan uang? Mengambil terlalu banyak kredit/cicilan sampai gak
kuat bayar? Atau merasa gaji terlalu kecil karena terlalu banyak
kebutuhan pokok yang harus dipenuhi?
Dengan mengetahui duduk
permasalahannya, kamu bisa mengatur strategi. Kalau soal besaran gaji
yang jadi masalah, cek dulu gaya hidup dan pengeluaranmu. Apakah gaya
hidupmu yang terlalu tinggi atau memang gajimu yang terlalu kecil?
2. Ubah Keadaan
Duduk pasrah dan cuma mengeluh gak
bakal mengantarmu ke jalan keluar. Kuncinya ya ubah keadaan dengan
melakukan sesuatu dengan tekun.
Cek lagi pos-pos pengeluaranmu. Apakah
ada pos yang masih bisa ditekan? Kalau memang gajimu yang terlalu
kecil, mau gak mau cuma satu jalan keluarnya: bekerja lebih keras dan
cari sampingan!
Kalau ternyata gaya hidupmu yang
terlalu tinggi, kamu harus rela menekan semua hasrat pengeluaranmu.
Melawan diri sendiri memang susah, tapi lebih susah lagi kalau dikejar
debt collector setiap hari. So, kamu pilih mana?
3. Cek Semua Utang
Biasanya orang alergi melihat angka
utang. Utang biasanya cuma jadi angka-angka di pikiran saja. Tapi kayak
gini gak bikin masalah kelar.
Buatlah daftar utang-utangmu. Catat
mulai dari yang terkecil sampai yang terbesar. Lihat juga tenor-tenor
utangmu. Lihat apakah ada utangmu yang bakal kelar sebentar lagi.
Lantas bikin prioritas. Misalnya kamu
punya utang kartu kredit sebesar Rp 2 juta. Jika sebelumnya kamu cuma
bayar minimum saja, kali ini coba membayar 50%-70% dari tagihan. Bikin
target bahwa utang kartu kredit ini harus kelar dalam tempo singkat.
Konsekuensinya, ada pos pengeluaran lain yang mesti dikorbankan.
4. Pilih Pinjaman dengan Bunga Rendah
Mengajukan pinjaman untuk menutup
semua utang itu boleh kok. Nama kerennya sih refinancing. Cuma yang jadi
kunci, kamu harus berdisiplin tingkat tinggi. Begitu pinjaman cair,
langsung saja lunasi semua utangmu yang menumpuk.
Jangan menunda lagi. Pasalnya, begitu
mendapat pinjaman seperti kredit tanpa agunan (KTA), rata-rata orang
keblinger dan lupa dengan misi semula: menutup semua utang.
Pilihlah KTA yang berbunga rendah. Saat ini sudah ada bank yang menawarkan bunga rendah cuma 0,99% per bulan.
5. Utang Beres, Lantas Apa?
Oke, semua utang-utangmu sudah beres.
Sekarang kamu cuma punya satu kewajiban untuk melunasi KTA. Sedikit
lebih ringan bukan jika memiliki utang cuma satu?
Kalau sudah begini lantas apa? Ya
hindari dorongan impulsif untuk mengambil utang lagi. Karena hal
tersebut hanya bakal mengantarmu kembali ke permasalahan yang sama.
So, bijak dong dengan uang. Kamu lah yang mengatur uang, bukan sebaliknya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar