Ketika menjalani hidup, kita seringkali mendengar sebuah celetukan mengenai apa yang benar dan apa yang salah. Bahkan terkadang kita mengiyakan celetukan tersebut dan menerimanya sebagai sebuah kebenaran. Sayangnya, banyak diantara celetukan tersebut yang sebenarnya berkonotasi negatif dan hal itu dapat membebani kita dalam menjalani hidup. Entah kamu sadar atau tidak sebenarnya itu adalah kebohongan yang kamu benarkan.
Mark Chernoff mengutarakan apa yang seringkali kita anggap sebuah kebenaran ternyata salah sama sekali. Apa saja itu?
1. Sendiri = Kesepian
Perlu diingat bahwa sendiri tidak selalu
bermakna kesepian dan berada dalam hubungan tidak selalu bermakna
bahagia. Banyak orang yang terlebih dahulu mematangkan diri dalam
kesendirian mereka sebelum mereka siap menjalin hubungan dengan orang
lain, karena mereka tidak memaksakan diri untuk berada dalam hubungan
yang tidak mereka ketahui sendiri.
Pasti kamu juga udah sering kan melihat
atau mendengar orang yang cepat berhubungan tapi juga cepat putus? Nah,
kalau sudah tahu abaikan saja meme-meme atau gurauan yang menceritakan
kengenesan seorang jomblo. Karena daripada terburu-buru dan menyesal
mending mempersiapkan diri sehingga siap dalam menjalin hubungan kan.
2. Bahagia itu ketika mendapatkan apapun yang kamu mau
Kalau konsep kebahagiaanmu itu
mendapatkan apapun yang kamu mau, kamu tidak akan pernah merasa bahagia.
Karena jika kamu lebih mensyukuri apa yang kamu miliki dan bersabar
akan apa yang terjadi nanti kamu pasti akan merasa lebih bahagia
daripada sebelumnya.
Terkadang saat kita fokus
mengejar sesuatu yang besar, kita gagal menyadari hal-hal kecil yang
memberikan hidup kita kebahagiaan. Misal, kamu sibuk bekerja cari duit
sehingga mengabaikan orang tuamu, nantinya ketika mereka nggak ada kamu
yang bakal menyesal karena kamu nggak mensyukuri keberadaan orang tuamu.
Bolehlah mengejar impianmu, tapi jangan dijadikan patokan kebahagiaan.
Karena kebahagiaan itu kita sendiri yang menciptakan.
3. Rasa sakit itu sesuatu yang dapat kamu lihat
Jangan meremehkan rasa sakit pada diri
seseorang karena masing-masing dari mereka punya masalah dalam hidup.
Terkadang ada beberapa orang yang pandai menyembunyikan masalah mereka
di depan orang lain, kamu nggak tahu kegelisahan apa yang mereka
pikirkan dan sakit apa yang mereka rasakan.
Maka dari itu jangan dengan mudah
menghakimi seseorang, mungkin bagimu biasa tapi bisa saja hal itu
ternyata mengorek luka yang dia sembunyikan. Daripada repot-repot
menghakimi orang lain mending lakukan hal lain yang lebih bermanfaat
aja.
4. Harusnya hidupku nggak seperti ini
Hal ini hanya membebani pikiranmu dan tidak ada manfaat lain. Memang kita boleh-boleh saja mengatur goal mengenai hidup kita, tapi jangan terlalu strict
dengan hal itu. Rasakan apa yang kita rasakan sebenarnya, jangan
membohongi diri kita sendiri dan kalau kamu melakukan hal itu, kamu bisa
meringankan beban hidupmu sendiri lho.
Jalani tiap hari sebaik-baiknya dan
pasrahkan pada Tuhanmu bagaimana hasil akhirnya. Jangan terlalu menuntut
dan mengatur hidupmu terlalu ketat karena hal ini malah bisa jadi
kebiasaan yang berdampak buruk bagi kita sendiri.
5. Harusnya aku jadi seperti itu
Berhentilah membandingkan dirimu dengan
sisi lain dirimu, ataupun membandingkan dirimu dengan orang lain.
Seperti poin nomor 4, lakukan dengan sungguh-sungguh apa yang dapat kamu
kerjakan dan serahkan hasilnya pada Tuhan. Ketika kamu berhenti
membandingkan dirimu sendiri kamu akan merasakan kedamaian yang
sesungguhnya, bukan hanya angan-angan.
6. Hanya orang-orang tertentu yang mempunyai kehidupan yang memuaskan
Kamu pasti pernah berpikir seperti ini,
“Karena dia tampan makanya bisa jadi aktor yang sukses”“Karena orang tuanya presiden nggak heran usahanya bisa sukses”“Karena ibunya artis makanya dia bisa dengan mudah jadi artis”
Dan buruknya kamu sampai berpikir, aku
yang cuma kayak gini bisa apa. Pernah mikir kayak gitu? Kalau pernah
berarti ada masalah besar di pikiranmu. Pernah dengar kata-kata ini kan,
“kamu menuai apa yang kamu tanam”, jadi misal kalau kamu mendapati
hidup yang menurutmu biasa-biasa aja emang usahamu dulu sekeras apa?
Pernahkah bersyukur dan berterima kasih atas apa yang pernah kamu
dapatkan sebelumnya?
7. Masa-masa sulit itu merepotkan
Tidak ada orang yang langsung sukses
sejak dari lahir, kamu harus jatuh bangun merasakan pahitnya kegagalan
sebelum memetik manisnya kesuksesan. Terkadang kamu harus menjalin
pahitnya hubungan dengan orang yang menyakitimu sebelum kamu mendapatkan
dia yang terbaik untukmu. Ambil pelajaran dari setiap masa sulitmu, dan
jadikan itu sebagai acuan ketika menentukan suatu keputusan dalam
hidup. Karena begitulah hidup.
8. Menjadi kuat itu mampu menahan sakit
Tapi dalam kenyataannya, orang yang kuat
adalah dia yang bisa merasa sakit, menerima rasa sakit, belajar dari
rasa sakit, dan berusaha bangkit dari rasa sakit itu. Butuh keberanian
yang besar untuk melakukan hal itu, mintalah jeda waktu sebentar untuk
meluapkan tangis dan emosi sebelum bangkit dan bertarung kembali
menghadapi kerasnya kehidupan.
9. Palsukan selama itu untuk hal yang baik
Apakah kamu benar-benar merasakan cinta
ketika mengatakan ”I love you.”? Apakah kamu benar-benar berterimakasih
ketika mengatakan “Terima kasih.”? Apakah kamu benar-benar merasa salah
ketika mengatakan “Aku minta maaf.”? Apakah kamu benar-benar sudah
ikhlas ketika mengatakan “Aku memaafkanmu.”? Ketika kamu merasakan hal
itu sebelum mengatakan sesuatu, kamu nggak butuh kalimat panjang
bertele-tele, cukup kalimat singkat tapi langsung mengena ke hati, dan
kamu dapat mempertanggung jawabkan semua ucapanmu.
10. Bermimpi itu buang-buang waktu
Anugrah terindah yang dimiliki oleh
manusia adalah imajinasi. Banyak hal besar yang bermula dari imajinasi
manusia, seperti mobil, telepon, komputer, internet, atau hal-hal
lainnya. Pernahkah kamu membayangkan bagaimana bila orang menerima
begitu saja kalau untuk menempuh perjalanan itu hanya dengan berjalan
kaki, tidak memimpikan suatu benda yang dapat membuat perjalanan mereka
lebih singkat.
Pastinya sampai detik ini kita masih
hidup di jaman batu yang mengandalkan kaki kita untuk melangkah. Nah,
masih banyak hal yang bisa kamu imajinasikan dan wujudkan sebelum hal
itu diambil oleh orang lain. Yang penting jangan hanya bisa bermimpi,
tapi juga bisa merealisasikannya. Sehingga nggak buang-buang waktu.
Sudah tersadar dari kebohongan yang selama ini membelenggumu? Nah saatnya kamu bangkit dan menatap hidup lebih baik lagi.( selipan.com )

Tidak ada komentar:
Posting Komentar